“Siapa Bilang Buat Artikel Susah?”

By: Erni Ratna
Ar Royyan
sabtu, 7 Mei 2011, Solo

Kata Ibu dosen, “Ada 4 tahap dalam menulis Artikel,” :

Preparation ~ Introduction ~ Body ~ Ending

Preparation
• Memilih Topik
Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu Isu. Aktual, yang lagi hangat, lokal atau nasional.
• Mengumpulkan Informasi dan Data
Cari bahan sebanyak-banyaknya baru mulai menulis ya! Biasakan mengikuti peristiwa atau fakta-fakta terkini yang sedang berkembang untuk memperkaya informasi. Bisa juga mengambil di buku, jurnal atau hasil penelitian.
• Membuat Kerangka Tulisan (Outline)
Why? Outline akan membantu kita tidak terjebak dalam tulisan yang tidak perlu. Maksud dan tujuan akan lebih terarah dan sekaligus sebagai batasan ketika tulisan kita melenceng dari topik. (Jika melenceng segera bertobat ya….he..he)
Beberapa panduan untuk membuat outline:
o Paparkan Fakta-fakta seputar tema yang akan kita bahas
o Lakukan penilaian atas fakta-fakta itu. Sudut pandang rasional
o Kumpulkan bahan-bahan pendukung argumentasi
o Kesimpulan
o Menabung kosa kata

Introduction
o Membuat Judul
Judul menarik akan memberi nilai Plus pada artikel, walaupun isinya kurang menarik. Orang akan penasaran dengan tulisan kita. Judul jangan terlalu panjang, maksimal 4 kata. Pemilihan bahasa judul yang tepat.
o Membuat Lead yang menggoda
Lead, Apa itu? Lead adalah teras berita, kalimat pembuka yang menjadi titik penting bagi pembaca. Selain judul lead yang menarik akan merangsang pembaca untuk terus membaca isi.

Ada beberapa teknik LEAD:
o Lead Kutipan
Kutipan dari orang yang terkenal dan memiliki hubungan kuat dengan artikel.
Ex: “Pendidikan yang hanya menekankan pada intelektualitas saja, akan menjauhkan anak dari masyarakat” (Ki Hajar Dewantoro)
o Lead Pertanyaan
Efektif bila berhasil menantang pengetahuan atau rasa penasaran pembaca.
Ex: “Berapakah gaji SBY sebenarnya? Seolah-olah itu menjadi pertanyaan yang hingar bingar terjadi……….”
o Lead Menuding Langsung
Kutipan ini di pakai jika penulis berkomunikasi langsung dengan dengan pembaca, biasanya menggunakan kata “ANDA” yang disisipkan pada paragraf pertama atau tempat lain.
Ex: “Bila Anda punya nama “Kodian”, harap hati-hati. Salah-salah Anda kena cekal, tak boleh keluar negeri (TEMPO, 30 Januari 1993), “Gara-gara Nama Sama”.)”
o Lead Ringkasan
Dipakai dalam penulisan “berita keras”. Hanya inti ceritanya.

Body
Setelah lead ditulis uraikan dalam alinea-alinea berikutnya, yang merupakan inti dari persoalan. Dan mengembangkan outline yang telah kita buat. Padu padankan opini dengan data yang ada, berikan sentuhan kata yang bisa menguatkan. Antara alinea satu dengan yang lain, terhubung oleh jembatan pemikiran (Bridging) yang tepat. Tiap alinea jangan terlalu panjang.
Ingat ingat think!
o Bahasa yang digunakan adalah populer, hindari bahasa asing atau ilmiah yang tidak semua orang tahu.
o Boleh mengutip dari data apapun, tapi jangan terlalu sering karena akan menjadi mozaik bukan artikel.

Ending
Pada bagian akhir tulisan bisa berupa kesimpulan, pertanyaan yang sengaja dibiarkan menggantung, bentuk tamparan/sindiran. Pertanyaan retoris atau model ringkasan.

Checking
Evaluating
Check All sebelum dikirim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s