KENANGAN

“SEPOTONG EPISODE MASALALU mengukir sejarah SEPANJANG PERJALANAN kita, Akankah JALAN MASIH PANJANG saat KU PERGI meninggalkan masa lalu yang kelam. JANGAN BERSEDIH saat ASAKU ASAMU tidak SEBIRU hari ini. Saat SENDIRI MENYEPI aku ingin MENJADI DIRIKU sendiri. Saat CERMIN TAK PERNAH BERDUSTA aku kembali dalam MUHASABAH CINTA, sungguh AKU INGIN MENCINTAI-MU. Saat langkahku terhenti, saat DIPERSIMPANGAN AKU BERDIRI berharap NANTIKANKU DIBATAS WAKTU DUHAI PENDAMPINGKU.” (edcoustic~cowie)

***

Hari itu akhirnya tiba, 21 Mei 2011, Sabtu yang di nanti TK PELANGI. Perjalanan pertama yang penuh kenangan, kebersamaan, kegilaan, dan sejarah untukku. Pagi sebelumnya alias jum’at pagi sudah bikin janji dengan Ruri akan menjemput di Istana Penantianku jam 05.30, seperti biasa jam tangan yang di pakai Ruri mati alias terlambat. Jenuh aku menanti, datanglah Kawasaki yang dikendarai orang yang berpenampilan kalem dengan tas ransel besar di kedua pundaknya. Pim..pim..pim tibalah Ruri di Istana Penantianku dengan nada terengah-engah karena terlambat dari janjinya.

“Sorry Bro,” sepenggal kata yang selalu diucapkan saat menjemputku.

06.10* ~ Meninggalkan Istana menuju Depo Pertamina Ngemplak Solo

Kawasaki melaju normal, karena itu gaya Ruri, tidak sperti diriku dan Legenda yang selalu menyusur jalan Klaten-Solo dengan Full Speed tanpa Klakson dan rem pakem (Gila.com). Sampai di Jembatan Baki sekitar jam 06.35 ada SMS dari Mbak Amrih, “Sek ya aq mandhi dhisik. Tungguin ya pelangiku.”1

Segera melaju memotong jalan rute Cemani, lanjut Kota Barat terus ke utara sampailah Terminal Tirtonadi, sambil mengarahkan Ruri yang kebetulan lupa rutenya. Sebelum sampai SMS Aprisa tanya lokasi pasnya Depo. Ternyata Aprisa salah kasih rute, keterlaluan, untung nggak nyasar..he..hee… Setelah melewati terowongan rel kereta api, liha1t sebelah kanan jalan, Depo Pertamina dengan Truk dan Bus Karyawan serta berdirilah beberapa anak TK Pelangi yang sudah menunggu dari pagi, Om Durra, Alib Isa, C~Mut, Aprisa, Nungma, Wildan dan si Uum yang hendak melepas kepergiaan kami (kayak nggak akan ketemu lagi ja, di lepas… ).

07.10*~ Nongkrong di pinggir jalan

Bergabunglah dengan mereka, dan sugestiku merasuki otakku lagi, mual-mual disertai muntah (untuk saja tidak keluar di sana) Penyakit ‘mabuk’ yang aku derita sejak lahir sampai sekarang belum juga hilang dari diriku. Menanti teman-teman yang lain sambil balapan makan permen sunduk. Tiba-tiba di pintu yang lain, terlihat seseorang melambaikan tangannya. Yap, itu Mas Tyo bersama Besi Tua yang tampak baru. Ternyata kita-kita salah ruang tunggu (he..he…). Berburulah menuju tempat Besi Tua, memarkir Belalang, Kawasaki, Supra, dan teman-temanya, sekaligus menata barang bawaan. Yang paling banyak membawa barang adalah diriku, satu ransel penuh (sstt..jangan keras-keras isinya: Tikar, Karpet, Bola, Mantel, dan baju ganti..he..he, kalau makanan minta Aprisa ya!). Selang beberapa menit datanglah dosen Freeland Mata Pena Ibu Erni Ratna.

07.45*~ Datanglah Wartawan Joglo Semar, Mbak Amrih bersama Ibu Ustadzah yang sudah di nanti-nanti untuk memberi tauziyah dan meliput kegiatan TK PELANGI (he..he.. becanda). Masuklah semua ke bus mini, 12 anak-anak TK Pelangi tanpa didampingi orangtuanya, karena menderita demam rindu Cut Mala (bidadari yang di rindu ketua kelas pelangi). Sebelum berangkat, dipimpinlah doa bersama olah Ustadz Tyo, agar perjalanan berkah dan selamat sampai tujuan.

08.00*~ Bismillahirrohmanirrohim, berangkatlah satu bus mini 12 anak TK Pelangi, satu sopir dan 1 kernet. Perjalanan mengambil Rute Solo-Sukoharjo-Wonogiri-Pacitan, kami akan menjemput satu orang lagi di Wonogiri, Dosen kami Ibu Eka. “Perjalanan panjang menelusuri lembah dan lautan”, kata Hatori. Jalanan berliku tajam sepanjang Wonogiri-Pacitan yang menegangkan.

Di sepanjang jalan berular perutku mulai panas, hendak ingin keluar semua makanan, teman-teman dengan kegilaannya, makan dan buang sampah sembarangan di Bus bagian belakang. Aku duduk di depan disamping pak sopir yang asyik dengan sopirannya, dan Mb. Amrih yang tiba-tiba duduk di sebelah kananku, karena merasa pusing juga. Dua anak TK sedang merasakan saat-saat yang sangat di benci, tapi lebih parah diriku.

Beberapa hari sebelumnya, segestiku sudah menjalar, mual-mual disertai pusing dan muntahan terjadi di rumah dan di kantor. Itulah diriku yang sangat membenci sebuah perjalanan, karena bukan ‘piknik tetapi musibah’ untuk perutku. Beberapa tahun yang lalu, setiap kali ada acara keluarga, aku selalu jadi penjaga rumah. Suatu ketika perjalanan Solo-Jepara-Demak aku diajak, terjadilah malapetaka yang akhirnya jatuh korban. Bukanlah Piknik untuk bersenang-senang, tetapi pergi pulang bawa orang sakit. Setelah kejadian itu, aku tidak pernah diajak jalan-jalan lagi oleh keluargaku. (Sungguh malang nasibku..he..he).

Kejadian lagi setelah lulus kuliah, terpaksa ke Jakarta, ke kota yang sangat aku benci (Kenapa aku membencinya…bukan salah kotanya, tapi karena aku ‘Mabuk’, aku jadi menyalahkan semua hal). Di Jakarta pastinya pergi dan pulang kerja naik Angkot, tidak ada yang naik sepeda onthel, tiap hari mabuk, ku jalani selama setengah tahun, hingga akhirnya terselamatlah aku bisa beli Revo (dibeliin sich, patungan..he…he). Aku bertahan sampai satu tahun bersama besi tua dan asap-asap kendaraan yang menebal, yang setiap saat menjadi momok terbesarku.

Tapi kemarin, Solo-Pacitan, Mengukir Sejarahku selama 25 tahun, Aku tidak mabuk pergi dan pulang naik besi tua. Sungguh hal yang tak ternilai harganya buatku, dan kebersamaan kemarin adalah kebersamaan yang sangat indah, dan lebih indah lagi ketika semua PELANGI Memancarkan keindahannya bersama. Next Time Pelangi lebih sempurna lagi. Aku Mencintaimu Pelangi.

11.00*~ Klayar Beach tertutup jurang

Perjalanan pun dialihkan ke Teleng Ria, ± 15 Km dari Klayar ke arah kota Pacitan. Tambah 1 jam perjalanan lagi, tepat jam 12.00 tibalah di Teleng Beach setelah melewati hutan rimba dengan jalan yang mangap (kata kernetnya sich he..hee), karena penuh lubang jalannya. Gelar tikar, makan siang lanjut sholat (sstt..cowie menghabiskan 3 nasi kotak, bagian ketua kelas yang ijin. Aku habiskan…he..hee)

13.00*~ Nyebur, nyemplung, di mulai dari pasien Rumah Sakit Jiwa (peace Om Dorra)

Awalnya hanya kami berdua, baru tampak semua pada berjatuhan, kecuali Ruri dan Alib Isa. Mereka menonton dan memperhatikan tingkah anak-anak TK Pelangi yang sangat senang bermain air laut (pura-puranya team SAR…he..he). Ternyata ada korban, saat asyik-asyiknya bermain. Tiba-tiba Wildan teriak histeris, diikuti Nungma yang tersedu-sedu saat kejadian itu. Kamera Wildan dan Hp Nungma kecebur ikut berenang (temen-temen bantu perbaikan ya).

16.00*~ Berakhir sudah perjalanan Pelangi

Mandi, bersih-besih, cari oleh-oleh, Foto-foto tak lupa mewarnai kebersamaan Pelangi (Kalau cowie, makan trus…sampai diperhatikan pak sopir dan kernetnya, katanya “Kowe mangane akeh ora lemu…,”2.he..he…)

16.30*~ Perjalanan go home masing-masing, sepanjang perjalanan pulang hanya kegilaan orang-orang yang duduk di belakang. Dari Soundtrack Doraemon sampai Wiro Sableng menambah kegilaan TK Pelangi. Nungma dan Ibu Eka turun di Wonogiri, yang lain turun di tempat semula, Depo Ngemplak. Rencana menjengguk My HeadMaster yang lagi merindu Cut mala.

20.30*~ Solo

Semua anak sudah meninggalkan Depo, aku menunggu di depan pos satpam, tapi Ruri tidak muncul-muncul sampai temen-temen sudah menghilang satu per satu. Untung saja Komandan Wildan belum pulang. Motor Ruri macet, dan untung saja masih ada bengkel yang buka, kalo tidak ada terpaksa naik Sumber Kencono sampai Klaten.

21.00*~ Rencana menyusul kerumah Om Mymy, tapi ditengah perjalanan dia SMS “Eke dah bobok bhok.”

Go Home Klaten 21.30 sampai Istana Penantian, selanjutnya Ruri Pulang ke Delanggu.

***************

Kata Nungma, Sesekali Spirit juga untuk CINTA tidak hanya BERKARYA. Jadi CINTAILAH BERKARYA.

“Cinta Bukanlah mencari pasangan yang sempurna tetapi berusaha mencintai pasangan kita dengan sempurna”

Ruang Kecil Laboratorium ~ Cowie Az Zahra

Senin 23 Mei 2011, 12.00 – 13.45

Teruntuk Temen-temen Pelangi “ Semangat Menulis” dan “Jadilah Penulis Semua” serta “Genggamlah Dunia dengan Tulisanmu”

“Kenanglah selalu Perjalanan kita keluarga pelangi sampai anak-cucu kita, sebuah kebersamaan mewarnai warna PELANGI”

I LOVE U TK PELANGIKU

One thought on “KENANGAN

  1. Pingback: Mutiara Cintaku | mutiaramutiaracinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s