Sa’ad bin Abi Waqqash

Singa yang menyembunyikan kukunya ungkapan yang diberikan oleh Abdurahman bin Auf kepada Sa’ad bin Abi Waqqash. Mengapa? Ini kisahnya.
Ia masuk Islam saat usianya genap 17 tahun. Seorang remaja yang masuk Islam diantara tiga orang yang pertamamasuk Islam. Keistimewaannya yang menonjol ada dua hal. Pertama: bahwa dialah orang yang pertama kali melepas anak panah dalam membela agama Allah dan orang yang pertama kali pula terkena anak panah. Kedua: satu-satunya orang yang dijamin oleh Rasulullah dengan jaminan orang tuanya. Bersabda Rasulullah dalam perang Uhud: “Panahlah hai Sa’ad! Ibu bapakmu menjadi jaminan bagimu!”

Sa’ad mempunyai dua senjata yang sangat ampuh: panahnya dan doa’nya. Jika memanah selalu tepat sasaran dan jika menyampaikan suatu permohonan pasti di kabulkan oleh Allah.

Keimanannya kepada Allah dan Rasul mengatasi baja dan batu karang mana pun juga. Saat ibunya mogok makan untuk mengembalikan Sa’ad kepada ajaran nenek moyangnya. Dan berkatalah Sa’ad kepada ibunya: “Demi Allah, ketahuilah wahai ibunda, seandainya bunda mempunyai seratus nyawa, lalu ia keluar satu per satu, tidakkah ananda akan meninggalkan Agama ini walau ditebus dengan apa pun juga! Maka terserahlah kepada bunda, apakah bunda akan makan atau tidak!”

Akhirnya ibunya mundur, turunlah wahyu: “Dan seandainya orang tua memaksamu untuk mempersekutukan Aku, padahal itu tidak sesuai dengan pendapatmu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya… !” (Q.S. Luqman [31]: 15)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s