MAHIR

MAHIR

Oleh: harjanto dc

Udara dingin menusuk permukaan kulitku pagi ini. Sungguh rasanya beda ketika makan sahur sendiri dan bersama anak-anak di Al Mahir. Kebersamaan yang menentramkan hati. Selama hampir tiga bulan ini aku mendapatkan sahabat sekaligus keluarga di Al Mahir yang begitu menyemangatiku untuk jadi lebih baik. Sungguh hal terindah, dan aku sangat berterimakasih kepadanya. Seseorang yang mengenalkanku pada sebuah pembelajaran Al Qu’an, darinya lah aku sampai ditengah-tengah mereka. Walaupun sekarang kini jauh, namun persahabatan tetap terukir indah. Kalau tidak sekarang suatu hari kita toh akan berpisah, setelah menemukan pasangan masing-masing.

Air wudhu terasa dingin sekali saat seluruh bagian tersirami dengan kusyuk. Sembari menunggu Subuh, aku lantunkan beberapa ayat Al Qur’an. Adzan pun berkumandang dari masjid pondok, di sebelah selatan asrama putra. Ustadz Subkhan sudah mendahului sebelum panggilan sholat dikumandangkan. Keluar dari asrama dengan kulit menggigil saking merasuknya udara dingin ke seluruh tubuh. Berjalan pelan, langkah demi langkah, sampai juga di Masjid. Baru beberapa jama’ah yang ada di dalam masjid. Bapak Keamanan Pondok selalu jadi jama’ah subuh pertama.

Subuh pun berlalu, dan yang menjadi kebiasaan di Pondok, alunan merdu ayat-ayat Alloh pun terdengar sangat indah ketika hampir semua santri putra dan beberapa jama’ah lain melantunkannya. Lantunan terdengar sampai matahari terbit, sekaligus melaksanakan Dhuha.

Karena pagi ini ada ujian menghafal, temen-temen mulazamah pun bersegera kembali ke asrama, mandi dan siap-siap ujian hafalan Al Qur’an. Aku pun kembali ke kamar setelah ikut kelas tahsin pagi, siap-siap pulang juga. Akh. Rino, Akh. Andi, Akh. Qohar, dan Ustadz Subkhan pun sudah berada di masjid, untuk ujian bersama. Setelah menulis beberapa lembar, karena semalam nggak sempat menulis, aku pun pulang sekitar jam setengah sepuluh pagi. Meninggalkan jejak di Al Mahir, melangkah menjauh kembali ke peraduan. Rasanya berat sekali ketika harus keluar melangkahkan kaki dari Al Mahir. Entah kenapa, seperti ada magnet yang menarik hatiku untuk senantiasa berada di lingkungan Al Mahir.

Legenda pun melaju seperti biasa, speed full, rem blong, dan klakson mati. Menelusur Adi Sucipto, lanjut ke pasar Kartosuro dan jalan Solo—Jogja, sirkuit panjang dengan medan lurus sedikit meliuk tajam di beberapa titik dan sungguh sangat menyenangkan ketika kebut-kebutan tanpa rem dan klakson. Menyalip besi-besi tua berjajar, truk-truk busuk dengan tebu yang manis, belalang tempur yang ngajak beradu dan sepeda onthel yang menyingkir dengan sendirinya. Hampir 3 bulan aku melakukan hal ini tiap kamis pagi.

Pukul sepuluh sampai rumah juga, setelah kutinggalkan kemarin malam. Ternyata kamarku ada penunggunya, si Ndol-Ndol melingkar di atas tempat tidurku tanpa rasa bersalah sedikitpun. Mukanya memelas, membuatku iba tuk kasih dia sedekah. Dengan suaranya yang khas, ia meminta makanan padaku, namun tidak ku gubris, langsung ku tinggal pergi. Rasanya capek sekali setelah perjalanan Solo—Juwiring.

Setengah dua melanjutkan perjalanan Juwiring—Klaten, Speed full, rem blong, dan klakson mati lagi. Sengaja tidak kuperbaiki, karena sangat menegangkan ketika mengendarai motor dengan keterbatasan, kehati-hatianlah yang akan kulakukan.

Hari ini aku merasa bahagia, Alloh memberiku banyak hal untuk selalu kusyukuri. Keluarga Al Mahir, Keluarga Pelangi, Anak-anak Taman Pendidikan Al Qur’an An Nur, Keluarga Matapena, dan yang paling membahagiakan aku masih memiliki kedua orangtua serta saudara-saudaraku. Mereka motivasiku, dan seseorang yang nantinya akan diciptakan Alloh untuk pendampingku selamanya. Suatu saat nanti. Aamiin.

Klaten, 07 Juli 2011

One thought on “MAHIR

  1. Pingback: Mutiara Cintaku | mutiaramutiaracinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s