Menulis itu, Tinggal Menulis…

Pertemuan Pertama:
Assalmu’alaikum
KELAS MENULIS FIKSI OLEH NASHITA ZAYN

TA’ARUF
SELAMAT!
Kamu menjadi bagian dari generasi yang tahu bagaimana memanfaatkan waktu dan mau berusaha semampunya mempersiapkan jadi penulis.

Kelas Menulis Fiksi (KMF) diselenggarakan untuk membantu kamu menjawab pertanyaan kamu tentang Dakwah bil Qolam, Persahabatan dengan Tulisan, serta Masa depan.

Jangan ragu untuk maju
Jangan ragu untuk berbagi
Jangan ragu untuk tangguh
Karena bias jadi
Satu karya tulisanmu
Akan tentukan
Takdir masa depanmu

Ikuti sharing ini dengan santai dan antusias insyaallah akan bermanfaat.
Wassalamu’alaikum

PERBINCANGAN ROH dengan RAGA
Roh:
Bukankah pelatuk meliuk?
Hidup ini persinggahan menanti mati
Bisa sekarang, besok, atau lusa lusanya lagi
Sudah cukupkah bekal kematianmu?

Raga:
Pungguk merajuk menekuri matahari
Yang bergeser menyudut rata,
Ini bukan tempat salah
Menghabiskan waktu tak habiskan semua
Perlu bekal banyak, hidup ini sebentar

Roh:
Di jalan lurus sebentang cakrawala terang,
Perjalanan panjang penantian
Kesempatan disini menfaatkanlah
Mari melihat tanda-tanda kematian!
Di pagi, siang, senja, atau kelam malam
Jangan sampai sia-sia melintasi titian

Raga:
Bergerak tidak berjiwa
Perjalanan ini seperti pelepasan
Duri-duri yang berpijak sakit
Bukankah ini kematian

Roh:
Kamu hanya jengah hidup
Jengah mati pula
Masih ada kesempatan memulai
Bukankah kita masih saling beriringan

Sebelum menulis adalah mengenali diri sendiri:
Aku adalah…………………………………………………………………………………………………………………………………

Kegiatan Harianku dan waktunya (misal: belajar, interaksi keluarga, sholat, baca al qur’an, membaca, belajar, menulis,

internetan, interaksi teman, dan kegiatan lainnya)

Kegiatanku (misal: kegiatan yang aku sukai, kegiatan di luar yang aku sukai, kegiatan di waktu senggang yang aku sukai)

Siapa Aku? (Kelebihan dan kekurangan menurut diri sendiri serta orang lain)

Hobi beserta alasannya

Hal-hal positif yang biasa dilakukan

Draff impian untuk diri sendiri, keluarga, lingkungan dan agama

Kesimpulan (passionku)

“Ya Allah jernihkan Nuraniku dan tajamkan fikirku dengan kerendahan hati, juga jernihkanlah Passion-ku agar Engkau senantiasa ridhoi. Aku mohon bimbingan untuk jalan lurusMu. Engkau Maha Kuasa, Maha Tahu, Maha Segalanya, pasti akan memberikan yang terbaik.”

Kendala Internal dan Eksternal.

Pertemuan Kedua:
Menulis itu, tinggal menulis…
Inginnya menulis, sudah pernah mencoba, tapi kok…?

Temukan ide, haap!
Membuat Sinopsis, Singkat!
Mengembangkan Tema, Sabar!
Judul Menarik, Asah!

Temukan Ide, haap!
Jeli MEMEMEME
Jeli Melihat (Di Luar, TV, apa saja yang ada disekitar)
Jeli Mendengar (Obrolan, Radio, Suara, dll)
Jeli Membaca (Koran, Majalah, Buku, dll)
Jeli Merenung (Diam, hilang mood, sepi, dll)

Jeli MLM
Manusia (saudara, keluarga, teman, dan siapapun yang kita temui)
Lingkungan (Rumah, sekolah, wisata, ibadah, dll)
Media (Elektronik, cetak, internet)
Membuat Sinopsis, singkat!

Unsur-unsur sinopsis:
Tokoh/karakter: Aku/orang ketiga (dia/nama tokoh), peran utama-antagonis-pendamping, dengankarakter sifat dan fisik.

Latar tempat: dalam atau luar ruangan

Latar Waktu: Hari, pagi, siang, malam, musim

Konflik: konflik batin atau konflik fisik

Plot/alur: maju atau mundur

Ending

Contoh alur satu, 3 babak:
Pengenalan di halaman pertama memeuat gagasan tentang tokoh latar dan pengantar.
Konflik di halaman kedua masuk ke konflik cerita, adukan konflik, dan usaha-usaha solusi.
Penyelesaian di halaman teakhir biasanya memuat pesan dari pemecahan masalah.

Plot/Alur terdiri dari narasi, deskripsi, dialog, dan aksi
Narasi: perenungan dinamis dari aksi tokoh-tokohnya, kebendaan yang menjadi penyebab, atau akibat aksi tokoh-tokohnya.

Deskripsi: Penggambaran situasi yang statis cenderung stabil, contoh: suasana malam di tepi pantai, ruang sepi, keramaian pusat pembelanjaan, dll.

Dialog: Perbincangan para tokoh yang dibuat, bias berbentuk ucapan anatar tokoh atau dialog batin yang tidak terucap.
Akhir cerita bahagia atau tidak bahagia.

Pengembangan Tema
Percintaan: Konflik berkaitan dengan interaksi lawan jenis tokoh. Misal CLBK, cinta yang tak mungkin.

Keluarga: Konflik berkaitan dengan keluarga tokohnya. Misal saudara sepupu, orang tua, kakak dll.

Sosial: konflik berhubungan dengan berbagai masalah dan lingkungan sekitar. Misal masyarakat pinggiran, pengangguran, pengungsian korban bencana, anak-anak punk, dll.

Petualangan: tentang kisah pengalaman ke suatu tempat yang memukau dan mengesan. Misal berlibur ke suatu tempat wisata, mendatangi tempat yang masih jarang dikunjungi orang, dll.

Judul Menarik, Asah!
Tokoh cerita : Pangeran Fantasi, Lina Lena, Sang Peramal Misterius.

Objek cerita: Hantu Pohon Trembesi, Stambul Ajaib, Ruang Penghisap Bau.

Berima: judul yang berima akan menarik perhatian. Contoh dusun pantun.
Untuk seorang pengarang hebat, judul bukan lagi masalah, sebab editor penerbitan sudah menakar bagaimana kualitas tulisan pengarang hebat ini.

“KEBERANIAN MEMULAI ADALAH PEMBUKA BERBAGAI PELUANG KEJUTAN!”

4 thoughts on “Menulis itu, Tinggal Menulis…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s