Mengarungi Bahtera hidup

Mengarungi Bahtera hidup
Oleh: Harjanto Dc

Aku terlahir di kota yang sesak dengan kemacetan, pencemaran udara serta air mewarnai kehidupannya, jadi hal yang biasa ketika aku harus kembali ke Jakarta. Namun, yang terfikirkan olehku saat ini adalah dulu aku terlahir sebagai seorang anak, tetapi sekarang aku berdiri sebagai tulang punggung keluarga, berdiri di atas kakiku sendiri dan sebagai seorang kakak yang harus mencukupi kebutuhan sendiri, keluarga dan keempat adik-adikku. Berat rasanya ketika memikirkan semua itu, tetapi aku tetap harus berusaha. Bukankah Allah tidak suka hambanya yang mudah menyerah.

Aku kembali ke Jakarta setelah menyelesaikan SMA di Klaten tahun 2006, sebuah kota kecil antara Jogja dan Solo. Aku di Klaten hanya 3 tahun, menghabiskan masa-masa SMA bersama teman-teman IPA 1, Rohis dan PMR. Sebenarnya dari kecil aku tinggal di Jakarta, tepatnya di Depok. Karena suatu hal, kami sekeluarga pindah ke kota ini, saat kelulusan SMP.
Sekembalinya ke Jakarta, aku tidak menempati rumah lamaku, tetapi aku tinggal di rumah pakdhe (kakak laki-laki ibu) di daerah Jakarta Timur. Walaupun tinggal di rumah saudara, aku tetap menganggap seperti di temapt kost, apapun aku kerjakan sendiri. Sesampainya di Jakarta aku mulai menata sebuah rencana perjalanan hidupku selama di Kota ini.

Aku mempunyai keahlihan operasikan beberapa program komputer. Akhirnya aku mengambil kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di daerah Jakarta Selatan, jurusan informatika sesuai bidang yang aku senangi. Di sela-sela kesibukan kuliah aku manfaatkan untuk bekerja di sebuah percetakan. Aku berfikir, Jakarta adalah kota yang kejam, sehingga aku harus bisa bertahan menghadapi apapun.

Di tengah kesibukan kuliah dan bekerja, pastinya selalu berbaur dengan lawan jenis. mau nggak mau interaksi pun terjadi diantara kami. Sama halnya seperti remaja yang lain, dengan usia yang cukup dewasa, ‘cinta’ terkadang menggoda hati. Apalagi di kota yang menggumbar tentang nikmat dunia dengan sangat vulgar. Apapun bisa terjadi ketika iman lemah. Tetapi dengan ilmu agama yang menyertaiku, dan pengetahuan tentang batasan-batasan pergaulan lawan jenis sedikit membentengi hatiku untuk terus waspada. Dan sepertinya itu semua belum cukup melindungiku. Untuk menghindari semua itu, aku meminta pada kedua orang tuaku mengijinkanku untuk menikah. Namun, karena tanggungjawab masih banyak sebagai anak sulung, orangtua pun tidak ridho. Dan orang tua menganggapku masih terlalu muda, aku baru bebrapa tahun lulus SMA. Usiaku saat itu baru menginjak 20 tahun. Hingga akhirnya aku mengurungkan niatku, dalam hati ku berkata, “mungkin setelah lulus kuliah akan ku coba ngomong semuanya pada ibu lagi.”

Tahun ke empat pun telah terlewatkan, sarjana informatika pun sudah ku raih dengan nilai yang memuaskan. Namun, aku belum bisa kembali ke Klaten. Aku masih mempunyai tanggungan 2 adek perempuan. Kelas 2 SMA dan yang satu masih seusia SD.
Dipikiranku terbesit sepatah kata yang pernah aku ucapkan beberapa tahun silam, saat ibu tidak mengijinkanku menikah. Kali ini bukan ibu yang menentang tetapi adekku yang SMA, tanpa suatu sebab yang pasti, dia melarangku untuk menikah dulu. Apa yang sebenarnya dipikirkan adekku? Aku sungguh tidak mengerti, padahal dia ngerti agama, tetapi berpikirnya seolah tidak tahu apa-apa. Aku pun tak berani memaksakan kehendakku pula padanya. Aku berharap semoga setelah adekku yang ketiga lulus SMA, pikirannya bisa terbuka. Seiring perjalanan waktu, aku urungkan niatku tuk menikah sementara.

Saat ini aku menikmati semua dengan bekerja dan membiayai sekolah adik-adiku sampai selesai. Aku berfikir, tak semua hal yang ku inginkan akan dipenuhi oleh Allah, karena Allah lebih tahu apa yang aku butuhkan bukan apa yang aku pinta.

Teruntuk teman seperjuanganku saat di Jakarta*
Semoga Allah segera menggenapkan setengah agamamu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s