RUMAH SIKEP, Andai ada di Solo ?

Mbolang hari-2
7 Juni 2012
Pakem, Sleman, Yogyakarta

Kesepakatan akhir menunda sebuah perjalanan panjang, hari ini pun ada sebuah KONSPIRASI kembali. Ini sebuah konspirasi yang unik menurutku. Satu rute, tiga keberangkatan. Purwosari-Maguwoharjo, Prameks Solo pertama melaju dari pukul 06.35, prameks kedua berangkat pukul 07.40, dan legenda berangkat 07.30 dari Klaten. Namun, legenda menjadi juara, Pintu keluar bandara Adi Sucjipto, tak seorang pun anggota laskar menampakan diri.

08.30,
“Mas cowie”, dari belakang terdengar suara yang tak asing lagi di genderangku.
“Nggih, ibu Sulis.”
“Mana kang Nassirun?” Tanya beliau.
“Ngapunten nggih ibu. Katanya sudah sampai, tapi beliaunya tak kelihatan.”
Tiba-tiba ibu Sulis menghilang, pas aku tinggal masuk ke peron. “Ah, biarlah ntar juga ketemu.” Gumamku dalam hati.

Dari pintu keluar peron, bermunculanlah 4 gadis cantik, dan 1 cowok keren. Diah C Mut, Daysi Elva, Isna Maylani, Alifta Lutfiaazahra serta Suaminya Bunga Diyo. Dan seiring dari pintu keluar bandara terlihat sosok kang Nassirun bersama istri dan kedua buah hati yang istimewa (Ahya yang hiperaktif dan Iqro’ yang selalu belajar) serta satu perempuan kalem, Apri dan Ibu Sulis.

Perjalanan pun di mulai, dari bandara menuju Jl. Solo belok ke kiri lurus, sampai ringroad, belok kanan lewat ring road utara dan menuju Maguwoharjo. Sebuah sanggar milik Ibu Ninuk. Sanggar untuk anak-anak yang ingin kreatif dan mempunyai kemauan belajar yang tinggi. Dan Gratis. Sanggar itu bernama “RUMAH SIKEP.” Terletak di tengah ladang yang sepi, jauh dari keramaian, dan bentuk rumah joglo yang berada di Maguwoharjo.

Bermain, Bernyanyi, Belajar Bahasa Ingsris dan Mengambar Kartun.
Sesion pertama kakak-kakak yang cantik mengajak mereka ice breaking, dari membuat yel-yel dari lagu burung hantu, terus main kereta-keretaan, serta olahraga fisik dengan permainan. Di tengah acara muncul kakak perempuan namanya kak Boen Mada.

Sesion dua saatnya kartunis yang romantis unjuk gigi, kata beliau. “Siapa bilang menggambar itu susah?”.
Metode dasar menggambar menggunakan angka 1-9. Satu bisa jadi apa, ayo tebak ? anak-anak yang kreatif mulai menggambar sesuai dengan imajinasinya. Dan yang menarik adalah, saat angka 1 menjadi perahu, angka 2 menjadi angsa, angka 3 menjadi wajah dan pinguin, angka 4 menjadi ikan, angka 5 bisa jadi kepala singa dan gozilla, angka 6 menjadi ular, angka 7 menjadi pak raden dengan kumisnya, angka 8 bisa jadi pocong, angka 9 menjadi pohon. Untuk yang lain mana kreasimu…? Itu hanya sedikit imajinasi dan kreatif dari angka 1-9 kita bisa buat apapun sesuai selera kita. Itu baru angka belum yang lain.

Sesion tiga saatnya suami bunga Diyo tampil, English class, cerdas cermat bahasa inggris. Dan seluruh rangkaian pagi sampai siang sangatlah seru sekali.

Photo-photo serta jajanan pasar yang tak kalah menariknya, mengoyak perut yang sedari tadi keroncongan. Ba’da dzuhur melanjutkan perjalanan menyusuri Jl. pakem, belok ke Jl. Besi dan sampailah di pertigaan Jl. Kaliurang. Ambil jalur kanan, berhenti mengisi bensin penumpang di rumah makan, kemudian lanjut ke Pakem ke tempat Ibu kepala sekolah. Istirahat, berbincang ria, mengasuh Iqro’ menangkap ikan bersama Ahya. Dan menikmati pemandangan kaki Merapi.

Aku selalu konspirasi dengan Legenda, menyusur Jl. Alternatif ke Solo dengan mata yang hampir tak bisa melihat. Setelah yang lain menuju Tugu untuk menjemput Prameks. [ ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s