SALAHKAH, JIKA AKU ‘BEDA’ (Part 3)

SALAHKAH, JIKA AKU ‘BEDA’
In Memorian Yudis
By : Harjanto dc

“Kak, Yudis mau mandi!

Kamis pagi keadaan Yudis sedikit ada kemajuan. Bicaranya pun sedikit jelas dari hari-hari kemarin. Semalam juga bisa bangun, berdiri minum jus jambu sendiri.

“Iya, dik Yudis.” Jawab sepupu yang semalam jaga dia.
Hari ini aku jadwal jaga malam, sehingga kamis setelah sholat subuh jadwal keliling bangsal, dan aku mendapatkan rute 1 dari 3 rute yang ada (Malam : 3 rute, pagi dan siang 2 rute). Rute itu pun melewati MWB2 kamar dimana Yudis dirawat.

“Assalamu’alaikum kakak.” Aku buat suara melengking seperti anak-anak.

Pada dasarnya Yudis berperilaku layaknya anak-anak. Nah, bagaimana mendapatkan hatinya adalah dengan menjadikan kita seperti dirinya.

“Wa’alaikumusalam.” Kali ini jawaban Yudis jelas sekali, berbeda dari hari kemarin.

“Kok tidak pakai Pampers?”

“Yudis, habis mandi.” Jawab sepupunya membenarkan.

“Udah bisa mandi sendiri ya?” Celotehku memujinya.

“Tolong Pampers ya! Tolong. Maaf.” Baru kali ini Yudis meminta tolong padaku.

Aku letakkan semua peralatan Laboratorium, mencari pampers ukuran jumbo yang ada di bawah meja. Sesekali aku arahkan dengan isyarat, dan Yudis pun nurut. Namun, tanpa sadar aku ambil nafas dalam, karena merasa ada bau yang menyengat.

“Pergi! Pergi! Yudis nggak mau. Pergi!” Tiba-tiba Yudis teriak-teriak ingin aku pergi dari hadapannya.
Kali ini berbeda dengan hari kemarin saat nada bicaraku meninggi. Ini lebih dari sekedar rasa. Kalau orang seperti Yudis memiliki tingkat sensitif yang luar biasa, walau pun hanya dari gerak tubuh orang normal.

“Kenapa Yudis. Adik minta maaf.” Mencoba menormalkan suasana.

“Nggak…Nggaaak….” Suaranya mulai terbata-bata lagi.

Tiba-tiba Yudis bangun dari posisi tidurnya dan duduk sedikit menjauh dariku. Aku sedikit kuwalahan menghadapi sikapnya kali ini. Aku mencoba meminta maaf seperti biasa ketika dia marah padaku. Aku suruh sepupunya keluar, agar suasana lebih tenang. Aku coba ulurkan tangan kananku untuk minta maaf. Tapi, dia lipat kedua telapak tangannya, dan menyuruhku pergi, keluar dari kamarnya.

Kali ini aku kalah menghadapinya, sampel darah pun belum dapat. Aku pun mealangkahkan kakiku keluar dari ruang MWB2. Sampai di depan pintu ku lihat sosok seorang yang sangat mencintai Yudis, selalu berharap Yudis segera sembuh dan kembali ke rumah. Tak hanya Ibu, di depan pun ada bapak.

“Sudah dapat dik Dwi?” Spontan pertanyaan itu menjurus ke telingaku.

“Belum Ibu. Dwi kalah.” Aku coba jelaskan yang terjadi pagi ini kepada ibu.

Kasih sayang dan perlakuan khusus adalah hal yang harus senantiasa diberikan pada Yudis. Sama seperti orang normal, hanya saja dosisnya lebih besar.

“Trus, diambil kapan?”

“Nanti sebelum aku pulang, dicoba lagi. Semoga sudah baikan.” Jawabku dengan sedikit kekecewaan.

Pagi ini aku kalah menghadapinya. Namun, ada sebuah pelajaran luar biasa yang aku dapatkan dari kejadian ini. Perasaan, emosi dan kasih sayang. Tidaklah kita membenci orang-orang yang memiliki keterbelakangan mental, tapi sayangilah mereka. Apa salahnya mereka beda? Mereka juga perlu dicintai dan disayangi.
Seperti janjiku pada Ibu, dan kecewa atas kekalahanku dengan Yudis. Aku pun kembali untuk mengambil darah Yudis. Karena kondisinya Yudis harus monitoring Trombosit setiap 6 jam sekali.

Agak siang keadaannya sudah lumayan membaik, dan mau memaafkan aku atas kejadian tadi pagi. Sampel darah pun aku dapatkan.

“Kita temenan lagi ya!” Pintaku.

“Ya…Ya…Yaa…. Sudah. Pulang!” Seolah dia mengusirku.

Aku pulang, dan harus jaga malam lagi.

Bersambung….
Klaten, 1 November 2012

2 thoughts on “SALAHKAH, JIKA AKU ‘BEDA’ (Part 3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s