TERNYATA PENGGILINGAN GULA 4 BULAN?

TERNYATA PENGGILINGAN GULA 4 BULAN?
Oleh : Harjanto dc

pengakraban
pengakraban

Akhirnya tanggal 5 juga. Hari yang kak Cow nantikan sebulan terakhir ini. Kali ini kak Cow akan mengajak teman-teman bertamsya ke Pabrik Gula. Siapa yang tidak suka gula? Yup. Semua pasti suka kan? Semut aja suka gula masa manusia tidak, jangan kalah dengan semut dong!
***
Suatu hari kak Dic mengajak kak Cow untuk piknik. Hmm, setelah pikir panjang akhirnya kak Cow pun menyetujuinya. Tak ada salahnya sesekali piknik, menyegarkan otak.

“Siapa saja yang ikut, kak Dic?”

“Keluarga Permata Cendekia Semin Gunung Kidul.” Jawab kak Dic singkat.

“Wah, itu sich keren kak, pasti banyak yang ikut nich.” Sesekali kak Cow menghela nafas panjang.

“Pastinya lah. Ada kak Gung, kak En-en, kak Nur, kak Yun, kak Mur, kak Des dan masih banyak lagi kak Cow.” Panjang lebar disebutnya kakak-kakak pendamping oleh Kak Dic.

“Kalau begitu aku ikut deh, rasanya kangen juga lama tidak bertemu kakak-kakak dan adik-adik Pertama Cendekia.”

“Oke.Sip.”

“Tapi, ngomong-ngomong mau piknik kemana kak Dic?” Tanya Kak Cow penasaran

“O, Iya. Sampai lupa, rencananya sih ke Museum dan Pabrik Gula Gondang Winangun Klaten.”

“Emang ada apa di pabrik gula kak? Paling Cuma gula kan?” kak Cow garuk-garuk kepala yang tak terasa gatal.

“Hmm, apa ya? kita liat besok saja ya! biar kak Cow penasaran. Haa…haa….” kak Dic berlalu meninggalkan teka-teki kepada kak Cow.
***

Museum, 09.00
Bus dengan nomer polisi berplate AB melintas di jalan Solo-Jogja setelah hampir satu jam Kak Cow menanti di depan pintu gerbang museum. Karena rumah kak Cow di Klaten, ia berangkat sendiri bersama Legenda kesayangannya, tidak barengan dari Gunung Kidul.

Semua masuk area. Setelah melengkapi adminisrasi, rombongan pun dipimpin oleh Guide, yang sebelumnya sudah dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Tujuan Wisata Edukasi ini selain sebagai acara liburan juga untuk menambah ilmu pengetahuan anak-anak. Tentang sejarah sampai proses pembuatan gula.
Rute pertama : Museum Gula.

Museum Gula Gondang Winangun Klaten diprakarsai oleh H. Soepardjo Roestam selaku Gubernur Kepala Daerah Tingkat 1 Jateng pada 11 September 1982. Wah, ini sih kakak-kakak pada belum ada, masih proses kali ya?
Setelah pintu masuk terpampang peta Jawa Tengah yang lumayan besar, dan disana ada tanda-tanda kehidupan. Pastinya kehidupan pabrik gula yang masih aktif, dan ternyata dari sekian banyak pabrik gula yang masih aktif tinggal 8 pabrik di Jawa Tengah. Salah satunya di Gondang Winangun Klaten.
Semakin ke dalam menyelusuri lorong-lorong, banyak miniatur yang tersusun dari cara penananam tebu hingga habitat yang baik untuk menanan tebu. Sebenarnya tebu bisa hidup diamna saja, tapi yang terbaik adalah dilahan persawahan.

Kian ke dalam lagi, tertempel peralatan penanaman tebu, dari Pacul, Garpu, Sabit, lencek dan sebagainya. Serta jenis tebu serta hewan dan tanaman pengannggu (Gulma). Jenis tebu ada beberapa macam tapi disana hanya ada 2 macam, yaitu tebu Pasuruan dan tebu Varietas. Sedangkan hewan yang biasanya merusak tebu antara lain Tikus (soil grab), Pengerek batang (Stem Borer), Pengerek pucuk (Top Borer). Gulma lebih banyak ditemui daripada hewan, misalkan seperti Tuton, Leng-lengan, Patikan, Romotan, Alang-alang, Lulangan, dan Cyndon dacxyzon (Grinting). Ternyata tebu juga bisa sakit, tidak hanya manusia. Penyakit tebu antara lain Jamur upas (Selerotium sp), Blendok (Xanthomonas albilincans), Karat daun (Puccinia kunchnii k). Lorong terakhir adalah miniatur proses penggilingan tebu sampai menjadi Kristal Gula.
Akhirnya rute pertama pun terselesikan, tugas yang diberikan pun sudah dicatat oleh siswa Permata Cendekia. Guide pun melanjutkan ke rute berikutnya. Yaitu : Proes penggilingan Tebu.

“Kak Dic, kok cepat sekali di museumnya? Tanya dik Am-am.

“Belum puas ya? Potong kak Cow.

“Ya belumlah, kak Cow. Kan banyak banget yang harus dicatat.” Jawab dik Am-am penuh harapan.

“Kan sudah dibagi kelompok dan diberi waktu.” Tegas kak Dic.

“Tapi kan kak….” sahut Dik Fit kecawa.

“Sudah-sudah, kita lanjut ke proses Penggilingan saja, sudah ditunggu kang mas nya tuh.” Hibur kak Nur.

“Ayoooooo. Sorak semua siswa, diikuti kakak-kakak yang lain.
***

Pabrik gula Gondang Winangun Klaten
Pabrik gula Gondang Winangun Klaten

Pabrik Gula, 10.00
Rute kedua : Pabrik Penggilingan Tebu
Beda dengan museum tadi, umur pabrik ini sudah banyak, karena dibangun sejak 1860, coba hitung berapa tahun? Sayangnya, kak Cow dan kawan-kawan datang pada waktu yang tidak tepat. Why?
Karena datang pada bulan Januari, Lho apa hubungannya Januari dan tidak tepat? Jelas berhubunganlah, singkatnya umur tanaman tebu berkisar 7 sampai 9 bulan, sedang penanamananya serentak diseluruh wilayah Jawa Tengah. Jadi setiap pabrik gula menggiling pada waktu yang hampir bersamaan. Pabrik gula menggiling setahun sekali atau 4 bulan dalam 12 bulan, yaitu bulan Juni, Juli, Agustus, dan September. Sedangkan yang 8 bulan adalah maintenance.

Nah, itu semua yang menjadikan kak Cow dan kawan-kawan sedikit kecewa, tidak bisa melihat proses penggilingan secara langsung. Tapi semua itu tidak mematahkan semangat juang anak-anak Permata Cendekia, walaupun tidak pas menggiling, mereka masih cukup antusias mengikuti intruksi kang mas Guide.
Mas Guide panjang lebar menjelaskan Prosesnya Penggilingan pada siswa. Mau tahu prosesnya? Ada beberapa langkah atau proses penggilingan Tebu menjadi Kristal Gula yang bermanfaat untuk seluruh manusia.
Pertama, Stasiun Penggillingan; dimana dalam stasiun ini tebu yang baru didatangkan dihancurkan dalam stasiun ini. Didapatkannya Nira (Air Gula).

Kedua, Stasiun Pemurnian; Nira dialirkan ke dalam stasiun Pemurnian.

Ketiga, Stasiun Penguapan;

Keempat, Stasiun Masakan; Nira dimasak pada suhu 70C selama 30 menit, tidak boleh sampai suhu 100C karena akan pahit.

Kelima, Stasiun Pendinginan; Nira yang sudah dimasak akan menjadi seperti caramel/gulali (Kristal + H2O) setelah didinginkan, berwarna coklat kemerahan.

Keenam, Stasiun Puteran; ini adalah proses terakhir, Kristal gula dipisahkan dari air. Air sisa pisahan ini sering disebut blothong, dan baunya sangat menyengat.
Nah, begitulah proses yang sangat rumit, dengan alat-alat peninggalan Belanda yang masih bisa dimanfaatkan.

“Bagaimana temen-temen sudah tahu kan proses pembuatan gula?” Kak Dic menyemagati anak-anak.

“Sudah kak Dic.” Serentak anak-anak menjawabnya.

“lest go, kalau begitu, kita ke rute berikutnya.” Sorak kak Cow.
***

jembatan tali
jembatan tali

Arena Outbond, 11.00
Rute ketiga : Outbond
Setelah selesai bermain ilmu pengetahuan, saatnya bermain yang lain. Ternyata di Pabrik Gula Gondangwinangun Klaten, selain ada museum, pabrik gula, ada juga arena Outbond. Masih bersama kang mas Guide, menaiki jembatan tali, menelusur lingkaran ular, hingga ke fliying fox, dan akhirnya berenang.
Tidak hanya itu, ada juga terapi ikan, dan tanaman obat yang bisa dipelajari di dalam arena Outbond.
fliying fox
Di akhir acara adalah penyerahan bingkisan dan uang pendidikan kepada seluruh siswa dari Yayasan Permata Cendekia.

Gerimis menjadikan suasana semakin indah, Kak Cow pulang bersama Legenda dengan guyuran air dari langit. Dan mereka kembali dengan Bus tanpa dingin yang menyerebak ke tubuhnya.

renang
renang

3 thoughts on “TERNYATA PENGGILINGAN GULA 4 BULAN?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s