Surga itu Pasti!

Surga itu Pasti!
by : Harjanto dc

Kamis. Hari dimana keputusan besar telah disepakati. Kajian fikh dan Ilmu Al Qur’an menjadi bagian dari kesepakatan itu. Setengah tahun berjalan dengan beberapa santri ikhwan dan kebanyakan akhwat. Dan ini adalah semester kedua, demi kelancaran sebuah program dan menghindari fitnah yang terjadi. Maka kelas pun dipecah menjadi dua. Ikhwan sendiri dan akhwat sendiri. Membentuk pribadi yang luar biasa dalam sebuah tujuan pembelajaran menemukan jati ini.
***

Mengumpulkan remaja untuk kebaikan itu lebih sulit dibandingkan mengumpulkan remaja untuk hura-hura dan maksiat. Padahal jelas disebutkan dalam sebuah potongan hadist,”…Salah satu golongan yang dirindukan surga adalah remaja yang senantiasa mentautkan atau mendekatkan hatinya ke masjid…”

Lalu, bagaimana pola pikir kita mengenai hal ini? Apakah masih mengganggap masa remaja adalah waktu yang tidak boleh dilewatkan untuk bersenang-senang sesuka hati, tanpa memperhatikan diri sendiri untuk beribadah? Ataukah masa remaja akan kita manfaatkan sedemikian hingga untuk memperbaiki keimanan?

Kaitannya dengan semua ini adalah mencari teman. Bagaimana dan siapa teman kita akan membawa dampak. Ada sebuah pepatah, “jika berteman dengan pandai besi maka akan terkena asapnya, dan jika berteman dengan penjual minyak wangi maka akan terkena wanginya.”

Nah, seorang teman tidak bertanggungjawab dengan apa yang akan terjadi pada kita. Apa yang akan terjadi, bai ataukah buruk adalah tanggungjawab sendiri.

Nah, kawan coba kita pikir sekali lagi? Atau berkali-kali. Ingin berubah atau tidak tergantung dari pilihanmu. Sebab, pilihanmu hari ini akan menentukan kemana jalanmu selanjutnya.

Carilah teman yang akan mengantarkanmu ke surga, teman yang akan selalu mengingatkanmu dalam kebaikan, menasehatimu saat melakukan kesalahan.
***

Cahaya kekuningan telah tampak di ujung barat. Mentari akan segera meninggalkan bumi dibelahan lain, dan berbagi dibelahan lainnya. Menatap remaja-remaja di dalam ruangan berukuran tujuh kali empat meter itu sangatlah menyejukan hati. Bagaimana kemudian berpikir mereka adalah generasi yang akan menggantikan penjuangan dakwah suatu saat nanti. Merekalah yang akan memegang kepemimpinan negeri ini.

Jika kemudian pemimpinnya beriman, beragama, dan berakhlaq mulia serta cerdas dalam menentukan sikap, maka negeri ini akan kembali ke masa dimana kejayaan islam menjadi bagian yang tak tertolakkan di dunia.

Mimpi…

Mimpi itu harus diazzamkan dalam diri, entah tercapai atau pun tidak. Paling tidak kita menjadi pemimpin untuk diri sendiri.
***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s