Ending dalam sebuah Epilog kehidupan

Ending dalam sebuah Epilog kehidupan
By : Harjanto dc

27 Agustus 2014

Tampak diinbox, pesan dari seorang yang jauh di atas gunung. Pesan yang jarang aku dapatkan darinya. Namun, jemariku berusaha mengeser cursor ke arah pesan itu. Dan disana tertulis pesan yang mungkin sedikit mengejutkan.

“Jum’at ada acara gak? Sebuah pesan pembuka yang sedikit menjadikanku penasaran.

“Aku libur, turun malam.” Jawabku tanpa ragu.

“Bisa ke Semin gak?” Hmm. Tidak biasanya pertanyaan semacam ini terlontar darinya.

“Ada apa? Diusahakan.” Jawabku, seolah mengiyakan permintaannya.

“Insya Alloh aku nikah jum’at besok. Tapi cuma akad thok.” Alis mataku terangkat ke atas, senyum simpul mengalir diantara kedua bibir.

Ini adalah hari yang sebegitu mengejutkan untukku. Tidak ada hujan angin tiba-tiba ada kabar yang mungkin menjadikan orang disekitarnya tidak percaya. Percakapan pun terhenti, saat secarik kertas rekomendasi di unggah dalam percakapan.

Rekomendasi

Surat Rekomendasi
28 Agustus 2014

Masih seputar rahasia. Melihat surat rekomendasi itu, hati dan pikiranku langsung tertuju pada satu nama. Namun, sempat terpikir ulang. Bukankah ada dua nama perempuan di desa itu? Hmm. Tapi tetap saja hanya akan ada satu nama yang menjadi pelabuhan terakhir untuk hati seorang Dicky.

Yup. Dialah bidadari itu.

Rembulan mekar di bumi banaran
Menarik hati Dicky
Rembulan menjelma dalam diam
Terpikat lebah tak bersayap

Satu nama yang tak asing di Permata Cendekia. Seorang yang supel dengan semangat yang luar biasa. Seorang pendidik di SDIT Ibnu Sina Cawas. Dan seorang perempuan yang saya takuti, saat lagi obrolan serius. (he…he…)

29 Agustus 2014

Jum’at Full Barokah. Hari yang dinanti kedua sahabat. Ketua dan sekretaris sebuah yayasan sosial di Semin. Yayasan Permatan Cendekia Gunung Kidul. Yup. Itulah nama yayasan yang mereka dan beberapa kawan kelola. Bersama kak Mumun, Kak Eni, Kak Prima, Bang Agung, Bang Desta, Bang Yatman. Pakde dan Budhe Ismuliana dan masih banyak lagi.

08.00
Janji yang disepakati malam itu dengan mempalai laki-laki. Hmm. Berusaha untuk mengubah kebiasaan bangsa ‘Karet”, mendatangi undangan tepat waktu. Sesampai disana, hanya beberapa pegawai KUA Semin yang sudah hadir. Kedua mempelai belum juga tampak diantara mereka. Baru kemudian menyusul beberapa kawan Yayasan Permata Cendekia. Dan diikuti memepelai perempuan dan laki-laki.

08.30
Peristiwa sakral yang sangat dinanti semuanya, khususnya Pakde Dicky dan Tante Bulan. Beberapa kawan dari pihak perempuan dan laki-laki serta keluarga besar sudah tidak sabar menanti aqad pagi itu.

‘SAH’
Keceriaan dan leleran mutiara cinta tampak diantara keduanya serta keluarga. Siapa yang tidak menginginkan. layaknya manusia normal, pastinya mendambakan sebuah hubungan rumah tangga.

‘Barrakallahu laka wa barraka ‘alaika wa jama’aa baina kumma fii khair’
Semoga Allah memberikan keberkahan kepada kalian, dan mengumpulkan kalian dalam kebaikan.

09.00
Acara pun dilanjutkan dengan tasyakuran di kediaman Pak Suroyo. Tasyakuran kecil-kecilan untuk keluarga dan teman yang hadir di aqad nikah pagi itu. Namun yang mengasyikan bukan acara inti, namun acara tambahan dengan beberapa kelapa muda. Hmm. Kebiasaan ‘mumpung’, mumpung ada kesempatan, mumpung lagi bahagia dan mumpung lagi dahaga.
Terima kasih ya pak atas degannya. Kapan-kapan lagi nggih…
Acara tambahan pun berakhir sebelum ashar untukku dan entah tante Eny dan tante Mumum selesai jam berapa. Tapi pokoknya seru ketika ada kedua tante itu…

14 September 2014
Seperti biasa Pertemuan rutin anak asuh permata cendekia, dan tanggal itu ada tasyakuran mereka untuk anak asuh. Dan maaf tante daku tak bisa hadir. Tapi, daku yakin keikhlasan yang tertanam dihati kalian akan lebih solid dengan bersatunya dalam mengarungi bahtera hidup ini.

11 Oktober 2014
Ending dan sebuah Epilog
Beberapa waktu lalu mendapat kabar tentang walimatiul ‘ursy. Hmm sedikit terperanjat, namun Allah ternyata memudahkan untuk bisa menghadirinya. Sejak 29 Agustus 2014 dan 11 Oktober 2014 tidak pernah ada planning waktu, namun kebetulan adalah hari libur. Dan semua itu tidak lepas dari Allah, karena Dia lah yang memegang waktu.
undangan
Undangan Walimatul’Ursy

Malam ini sungguh menawan mereka. Kedua orang yang tidak pernah terlihat dandan disetiap event. Hari yang sakral ini mereka ‘terpaksa’ berhias. Ungu muda dengan berkalung melati dan tampak bercaya dalam kilatan lampu diatasnya.
DD BUL

Acara berlangsung sejak pukul 20.00, satu setengah jam yang cukup menghibur dengan Protokol yang super gaul. Empat orang jomblo dengan jaket kebangaan Yayasan Pertama Cendekia mendampingi dan ‘ngecokin’ pak protokol yang sedang bertugas. MC yang triple job sebagai penyanyi campur sari serta mengisi khutbah nikah. Wah super kan?

21.30
Dalam sebuah epilog. Menembus Batas menjadi akhir dalam perjalan malam ini. Demi sebuah janji dan hutang, menempuh sekian kilo tidak akan menjadi hal yang sulit. Membawa kisah dalam lembaran perjalan silaturahim kemarin. https://mutiaramutiaracinta.wordpress.com/2014/10/10/rizki-silaturahim/

Akhir dari sebuah perjalanan, menyusur pegunungan ditengah malam, selalu dengan kecepatan yang menakutkan. Keindahan malam, gemerlap di kejauhan yang sungguh seperti bintang di permukaan bumi. Mengakhiri malam ini dengan sebait puisi cinta untuk belahan jiwa.

Bukan cinta yang memilihmu
Tapi Allah yang memilihmu untuk ku cintai
Disadur dari status Dicky kurniawan, 6 Oktober 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s