Parent

Parent

“… hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”

(Al Israa’ [17]: 23)

Advertisements

WEEK END

This slideshow requires JavaScript.

WEEK END
Oleh : harjanto dc

Liburan. Tak selalu seperti ini, menemani kedua buah hati. Bermain. Tidak hanya sekedar bermain. Tapi belajar nilai kehidupan. Bermain tanah bukanlah hal buruk buat anak. Membiarkan berkreatif dengan segala apa yang mereka temui di dekatnya. Sendok, bekas tempat agar-agar, gelas plastik, mangkuk plastik, dan tentunya sebidang tanah yang luas.

Safa Elfina Ambarwati gadis kecil berusia 3,5 tahun dan Aurel dengan usia 1,3 tahun. Usia yang terpaut tak terlalu jauh. Terkadang ada pikiran khawatir membiarkan kedua buah hati bermain berdua. Safa, seorang kakak yang tak ingin mengalah untuk apapun, cerewet, keingintahuannya tentang hal baru tinggi, kecerdasan daya ingat yang tinggi, memiliki jiwa melindungi adiknya. Aurel, walaupun usia belum genap 1,5 tahun, namun sudah dapat dilihat sisi kecerdasannya. Murah hati, dapat membedakan baik dan buruk. Perasaannya begitu peka.

Pelataran rumah bercat kuning muda dengan lima tiang penyangga kayu berwarna merah dan diapit 2 tiang beton bercat hijau. Di dekat tiang kayu kedua dan ketiga dari kiri mereka selalu memulai pembelajaran. Biasanya bersama seorang perempuan yang sudah cukup umur. Namun kali ini bersamaku, karena ibu itu sedang pergi. Seperti yang sering dilakukan ibu itu, aku pun membiarkan kedua anak itu bermain sesuka hati. Walaupun baru beberapa jam tadi selesai mandi, masih dengan pakaian rapi, cantik, bersih.

Tak hanya mereka yang ceria, begitu juga diriku. Menikmati liburan kedua bersama kedua kurcaci. Dengan segala peralatan, dibuatlah kue ulang tahun dari tanah yang sedikit basah.

Kotor itu Cerdas!

TIPS MEMBIASAKAN DIRI BERSEDEKAH

TIPS
MEMBIASAKAN DIRI BERSEDEKAH
Oleh: Harjanto DC

Nah, siapa yang suka bersedekah? Uang, makanan atau apa yang dimiliki untuk berbagi dengan orang lain. Ayo semangat bersedekah, agar terbiasa bersedekah ada beberapa tips:

1. Sisihkan uang jajan
Menyisihkan uang jajan, akan mendapatkan dua keuntungan. Yang pertama bisa di tabung, dan yang kedua bisa diinfaqkan. Nah, dengan demikian akan terbiasa membawa uang kemanapun perginya, walalupun hanya recehan.

2. Biasakan Infaq di masjid/ditempat umum
Kebiasaan adalah suatu hal yang sangat ajaib. Karena kebiasaan bisa membuat diri ini menjadi apa yang diinginkan. Misal: kalau kebiasaan bersedekah, maka dimanapun tempat tanpa pilih-pilih akan berbagi dengan yang lain. Tapi sebaliknya, kalau terbiasa berbuat buruk atau mencela orang lain maka akan sulit dihilangkan pula.

3. Buat kotak infak dirumah
Nah ini uniknya, ketika tidak sempat berinfaq di masjid maka buatlah kotak kecil sebagai kotak infaq. Yang nantinya akan disetorkan ke tempat penerimaan infaq atau sedekah ataupula diserahkan ke Masjid terdekat.

4. Ajaklah teman-teman makan di rumah
Kalau mampu berbagilah dengan teman-teman, ajak mereka makan di rumah. Hal ini akan menjadi kebiasaan berbagi dengan orang lain, tidak harus menunggu perintah.

Nah, sedikit tips ini semoga dapat membantu kerutinan dalam berbagi dan bersedekah. Semoga pula Allah memudahkan semuanya.

Mengajarkan Anak Cinta Shodaqoh

Mengajarkan Anak Cinta Shodaqoh
oleh: harjanto dc

Anak adalah karunia yang tak terkira, yang di berikan oleh Allah untuk dididik menjadi muslim yang sholeh dan sholehah. Salah satu caranya adalah mengajarkan bagaimana anak-anak mengenal dan cinta kepada orang lain yang sangat membutuhkan dengan shodaqoh.

Seringkali merasa iri menyaksikan seorang anak kecil yang begitu pemurah kepada peminta-minta atau fakir. Karena disisi lain, sering mendapatkan anak sendiri begitu ‘hemat’ alias tidak suka berbagi kepada orang lain. Sebaliknya, karena sebagai orangtua membiasakan agar anak-anak terbiasa memberi sebagian nikmat yang mereka dapatkan kepada yang membutuhkan, tentu merasa kesal jika melihat anak lain yang pelit.

Orang tua sangat berperan penting terhadap perkembangan atau pendidikkan anak, langsung maupun tidak langsung sifat dan karakter anak-anaknya, akan dominan ke segi positif atau negatif.
Pendidikkan anak sejak dini secara langsung, dan tentunya dilakukan secara sengaja dengan melakukan hal-hal yang positif dan bermanfaat kepada anak. Sedangkan, yang tidak langsung, biasa dilakukan anak dengan meniru orang tua dan orang-orang yang ada di sekitarnya. Buatlah ruang sekitar anak dengan perilaku dan kehidupan yang baik, sehingga anak-anak pun akan menjadi lebih baik. Uniknya, tidak sedikit orang tua yang tidak menyadari kalau perilakunya ditiru oleh anak, dan akan memberikan dampak pada perilaku anak.

Melatih anak agar cinta dengan orang lain (cinta shodaqoh), tentu menjadi hal yang relatif mudah, ketika orang tua terbiasa berbagi dengan orang lain. Dalam berbagai kesempatan bisa mengajarkan si kecil menjadi pribadi yang pemurah dan sayang kepada orang lain, agar perjalanan menuju kedewasaannya tetap terlatih dengan sifat pemurahnya.

Ada sebuah hadist yang sudah biasa terdengar di telinga. “Sebaik-baik kalian adalah yang paling banyak manfaatnya untuk orang lain.” Hadist itu menyuruh untuk senantiasa berbuat baik kepada orang lain. Dan bagaimana ketika ingin anak menjadi pribadi yang bermanfaat, dan mengajarkannya mencintai orang lain dengan senantiasa bershodaqoh kepada orang lain. Ada beberapa hal yang bisa orang tua ajarkan kepada anak-anaknya dari usia dini:
1. Dari Tangan Anak biasakan memberi shodaqoh kepada orang lain dari tangan anak-anak.
2. Infak di Masjid
3. Berbagi Makanan
4. Makan Bersama Teman di Rumah
5. Menabung untuk si Fakir
6. Saling Hantar Makanan dengan Tetangga