mutiara mutiara cinta itu…

by : Harjanto dc

ingin sekali ku luapkan seluruh isi
namun…
ada sedikit rasa yang ingin ku simpan

ingin rasanya melupakan angan itu
namun…
sejengkal pun tabir itu tak tersibak

ingin rasanya membersamai mutiara itu
namun…
antara kegigihan tetap ada kesurutan

mutiara yang istimewa
adalah…

yang tersimpan jauh…
dalam…
terkubur dalam kesunyian

dan…
tak sedikit pun terjamah noda

dan itu lah akhir dari setiap mutiara

Jodohmu

Jodohmu

by : harjanto dc

Kau tlah pergi
Mengikuti langkah kaki berlari
Hatinya pun tlah terikat
Hanya Alloh yang bisa melepas

Kenangan bersama tlah pudar bersama waktu
Ku tak bisa miliki lagi
Ku tak menyesal dengan semua
Ku bahagia saat dia tlah temukan permatanya

Ku hanya bisa berdo’a dari kejauhan
Berharap Alloh memberi barokah dan memudahkan urusannya

To : Sahabatku (sukoharjo)
Jakarta, 26 Maret ‘09

Allah Perspective

Allah Perspective
by : harjanto dc

cinta
In the frame of miss
There is Allah give you love
In the frame of happy
There is Allah give you sense

Aren`t all be beautiful at a certain time, are it?
Tells the story of the poet
Love is a sacred relationship
Love is the heart link
Love is poison
And maybe love is the honey
From which perspective the definition of love is born?

Allah created pairs
Be sure with your partner
Equal say?
Right, in view of the giver of fortune
Complement each other
That mates …
Not good from your perspective
But from Allah perspective
Love is what?

Perspektif Allah

Perspektif Allah

By ; harjanto dc

sesederhanakan ini

Dalam bingkai rindu

Ada Allah yang meramu cinta

Dalam bingkai bahagia

Ada Allah yang menjamu rasa

Bukankah semua akan indah pada waktunya?

Bercerita sang pujangga

Cinta adalah hubungan suci

Cinta adalah tautan hati

Cinta adalah racun

Dan boleh jadi cinta adalah madu

Dari perspektif manakah definisi cinta terlahir?

Allah menciptakan berpasangan

Yakinlah akan pasanganmu

Sekufu katanya?

Benar, dalam pandang sang pemberi rizki

Saling melengkapi satu sama lain

Itulah jodoh…

Bukan lantaran baik atas perspektif diri

Namun dari sudut pandang Allah

Cinta yang bagaimana?

Four Years Ago (Twin’s Oktober)

Four Years Ago

(Twin’s Oktober)

By : Harjanto dc

Four years ago

Saat kebencian hadir di hatinya

Saat aku tanpa sadar memberi luka

Mana ada hati setangguh itu?

Lain di lisan lain di hati

Saat aku yang mulai

Aku pun yang mengakhiri

Tanpa mengabaikan pilunya

Four years ago

Dua kisah bersamaan dalam bingkai rindu

Kedua Oktober, antara luka dan bahagia

Kedua Oktober memberi keyakinan bak dewa

Four Years Ago

Kebenciaan itu kian matang

Hingga detik menyambut dahaga

four years ago

Empat Tahun Silam

By : harjanto dc

Empat tahun silam

Kesalahan menghantui jiwaku

Bukan keikhlasan ketika harus merelakan

Bukan pemenang ketika harus melepaskan

Namun

Empat tahun silam

Tetap akan jadi luka

Kini nyata dalam pandangan

Allah mengulang apa yang mestinya terjadi

Kesalahan kah?

Atau pembenaran atas jawaban

Kekuatan dan kerinduan yang sama

Menikam hati tak bernoda

Cinta dalam satu ruang kerinduan

Melempar sunyi tak tertahankan

Sejenak terdiam

Sesekali rerancauan menghiasi

Ia kembali menyerupai

Puzzle cinta dan rindu di hati

Tiga Belas

Tiga Belas

By : harjanto dc

13

Angka 1 berhimpun dengan 3

Tersusun dari dua angka ganjil

Terletak diantara 2 bilangan genap

Dan 13 angka prima

13

Menjadi akhir dari sebuah awal

Meniadakan keraguan

Menapaki jalan penuh liku

Mengakhiri jalan tak berujung

13

Semua punya cara

Sama atau pun beda adalah hak

Allah pun punya rencana

Dibalik pikiran manusia

13

Konon penuh kesialan

Toh itu sebuah mitos

13

Setiap bait yang mengalir

Memberi lentera dalam gelap

Spektrum warna tlah menyala

Membangkit jiwa yang terlupakan

13

Akan tetap 13

Apa pun itu 13

Tetaplah 13

Selamanya 13

Sisa 28 Oktober

Sisa 28 Oktober

By : harjanto dc

28 Oktober

Sejarah mengungkap sumpah pemuda

Sepertinya tidak…

Ketika 17 Agustus tak berarti di hati

1 Oktober pun tidak memiliki arti

Apalagi 20 mei?

Seiring langkah generasi lupa sejarah

Remaja kita lebih mengenal 1 januari

Tidak mengenal 1 muharam

Pembobrokan moral sejalan dengan peradaban

Pendidikan bukan semakin pintar

Justru mengejar apa yang diincar

Benarkah Indonesia tlah merdeka?

Apakah Indonesia tlah bersatu?

Apakah Indonesia tlah berkarakter?

Apakah Indonesia telah berhijrah?

Sayatan hati

Sayatan hati
By : harjanto dc

Sayatan demi sayatan melukis wajahnya
Cairan yang sedikit kental mengalir di pelipisnya
Bola matanya seolah keluar
Lidahnya seolah bertulang

Aungan mewarnai keheningan
Bertambah sayu dalam pekat malam
Gerimis mengundang risau
Berakhir dalam fajar tanpa cahya

Ia pun tergeletak tak berdaya
Di jalan-jalan tak bertuan
Tertawa menikmati masa
Dalam hati yang tersayat