WEEK END

This slideshow requires JavaScript.

WEEK END
Oleh : harjanto dc

Liburan. Tak selalu seperti ini, menemani kedua buah hati. Bermain. Tidak hanya sekedar bermain. Tapi belajar nilai kehidupan. Bermain tanah bukanlah hal buruk buat anak. Membiarkan berkreatif dengan segala apa yang mereka temui di dekatnya. Sendok, bekas tempat agar-agar, gelas plastik, mangkuk plastik, dan tentunya sebidang tanah yang luas.

Safa Elfina Ambarwati gadis kecil berusia 3,5 tahun dan Aurel dengan usia 1,3 tahun. Usia yang terpaut tak terlalu jauh. Terkadang ada pikiran khawatir membiarkan kedua buah hati bermain berdua. Safa, seorang kakak yang tak ingin mengalah untuk apapun, cerewet, keingintahuannya tentang hal baru tinggi, kecerdasan daya ingat yang tinggi, memiliki jiwa melindungi adiknya. Aurel, walaupun usia belum genap 1,5 tahun, namun sudah dapat dilihat sisi kecerdasannya. Murah hati, dapat membedakan baik dan buruk. Perasaannya begitu peka.

Pelataran rumah bercat kuning muda dengan lima tiang penyangga kayu berwarna merah dan diapit 2 tiang beton bercat hijau. Di dekat tiang kayu kedua dan ketiga dari kiri mereka selalu memulai pembelajaran. Biasanya bersama seorang perempuan yang sudah cukup umur. Namun kali ini bersamaku, karena ibu itu sedang pergi. Seperti yang sering dilakukan ibu itu, aku pun membiarkan kedua anak itu bermain sesuka hati. Walaupun baru beberapa jam tadi selesai mandi, masih dengan pakaian rapi, cantik, bersih.

Tak hanya mereka yang ceria, begitu juga diriku. Menikmati liburan kedua bersama kedua kurcaci. Dengan segala peralatan, dibuatlah kue ulang tahun dari tanah yang sedikit basah.

Kotor itu Cerdas!

Advertisements

PUNCAK PENDAKIAN

PUNCAK PENDAKIAN
Oleh : Harjanto dc

Semburat jingga akan segera berkumpul dengan kegelapan malam
Mentari pun kan tergantikan purnama
Purnama tlah memuncak
Proses pendakian pun akan segera berakhir
Klimaks suatu cerita tlah sampai ujungnya
Meninggalkan peleraian serta penyelesaian
Ending apa yang akan didapat?
Jalan akan kian terjal
Berbeda
Saat menuju purnama terasa begitu ringan
Pendakian lebih mudah daripada saat kembali
Tersisa separuh jalan
Akhir ramadhan yang indah
Ataukah?

PERTENGKARAN KECIL

SEBUAH PERTENGKARAN KECIL
Oleh : Harjanto DC

Pertengkaran kecil siang tadi
Tak ubahnya pemanis rasa hambar dalam sebuah hubungan
Pertengkaran kecil siang tadi
Tak ubahnya pewarna dalam setiap kehidupan

Namun pertengkaran kecil
Akan tersulut, jika terlalu dominan pemanis dan pewarna
Pertengkaran adalah hal yang wajar
Pertengkaran sudah menjadi kebiasaan
Dari masa kanak-kanak
Namun, pertengkaran kecil tadi siang
Adalah sebuah peringatan

17 hari mengejar cinta

17 hari Mengejar Cinta
Oleh : Harjanto dc

Hari ini lembar pertama di bulan Agustus. 17 hari mengejar cinta. Tak ingin kalah membuat sebuah catatan dari judul film 30 hari mengejar cinta. Ramadhan ke 12, pintu rohmat telah tertutup. Menuju kedua pintu yang lain dan endingnya adalah Ar royan bagi yang mencapai tingkatan tertinggi, TAQWA.

Ramadhan menyisakan sebuah tangisan untuk orang-orang yang beriman dan meninggalkan keceriaan bagi orang-orang yang tak mengharapkan ramadhan datang. Apa yang sudah diperbuat, amalan istimewa yang akan menempatkan satu posisi disisiNya. Ataukah malah sebaliknya, melipatgandakan amalan menuju Neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu.

Bagaimana untuk mendapatkan sebuah cinta tertinggi dihadapan Allah?

Managemen Hati. Qolbunsalim. (QS Asy Syuara’ ayat 88-89). Sesungguhnya dalam diri seorang manusia ada segumpal darah, dimana jika segumpal darah itu baik maka baik pula seluruh tubuhnya, dan jika segumpal darah itu buruk maka buruk pula seluruh tubuhnya. Dialah ‘HATI’. Segala bentuk penyakit ada di dalamanya. Dan yang mempengaruhi keimanan seseorang juga hati.

Ketika orang sakit, dokter selalu menyembuhkan fisik bukan hatinya. Padahal ketika dilihat atau dipelajari lebih dalam, segala macam penyakit berasal dari hati. Hati memiliki peranan besar dalam kesembuhan suatu penyakit. Penyakit berasal dari Allah dan akan sembuh pula jika mendekatkan diri pada Allah, tentunya dengan sebuah ikhtiar (usaha yang sungguh-sungguh).

Beberapa penyakit hati :
1. Riya’
Riya’ bukan hanya sekedar ingin dipuji orang lain. Lebih dari itu. Orang-orang golongan munafiqun akan sering melakukan penyakit ini. Dan jangan sampai orang yang beriman takut terjebak Riya’ ketika membenarkan syari’at.

2. Prasangka
Prasangka itu seperti halnya terlalu sensitive, ketika ada 2 orang yang lagi berbincang, selalu berpikiran kalau lagi membicarakan si A. Prasangka akan menjadikan diri seorang manusia sakit. Sakit yang sulit untuk disembuhkan, kecuali dengan membenahi hati.
Masih banyak penyakit hati, tapi 2 contoh di atas insya Allah yang sering terjadi di masyarakat.

Semua amal perbuatan manusia tergantung niatnya (Muttafaqun ‘alaih). So, benahi niat setiap saat. Niat seorang yang beriman lebih baik daripada amalnya, amal seorang munafiq lebih baik daripada niatnya. Niat adalah urusan hati. Sehingga antara niat dan hati saling bersinggungan.

Bagaimana menyembuhkan hati?
Kata Opick dalam lagunya ada 5, tapi yang mendasari kelima itu adalah Dzikrullah. Berdzikir, menyebut asma Allah dari lisan maupun hati. Kemudian membaca Al Qur’an, seperti yang di firmankan Allah dalam surat Al Anfal ayat 2.
Nah, mari kita berusaha menata hati untuk setiap amalan, menata hati untuk senantiasa mengharap cintanya Allah. Masih ada 17 hari untuk menggenggam cinta Allah, dan menuju tingkat keimanan tertinggi, TAQWA. dan bersedihlah saat ramadhan kian hari terkikis oleh peredaran bulan. Apakah pasti Allah akan menetapkan ramadhan berikutnya pada kita?

Semoga bermanfaat ^_^
*Silahkan buka Al Qur’an, baca dan tadaburi ayat-ayat diatas.

Cahaya yang kian redup

Cahaya yang kian redup
Oleh : Harjanto DC

Fajar merekah
Cahaya kekuningan tampak indah
Sedikit terhalang kumpulan awan gelap
Mendung

Namun, ada sedikit keindahan
Yang lebih dari sekedar fajar
Sebuah cahaya yang tak ingin kalah dengan Mentari
Sebuah bintang dengan cahaya yang kian redup
Berusaha terus tatap bertahan
Berusaha menutup laju cahaya yang lebih besar

Namun
Takdirlah yang menjadikannya cahaya malam
Penerang dalam kegelapan
Tapi, dia tak pernah mengeluhkan pada TuhanNya
Maka nikmat Tuhanmu manalagi yang engkau dustakan?

@fajar menikmati bintang timur yang kian redup, seiring waktu

Ramadhan ke-2 di RS

Ramadhan ke-2 di Rumah Sakit
Oleh : Harjanto DC

Sudah menjadi lumrah, bukan hal istimewa lagi semenjak hijrah bulan februari kemarin. Ini adalah ramadhan ke-2 di rumah sakit, setelah yang pertama ramadhan didua tempat dalam waktu bersamaan. Mengejar maisyah dan hampir sedikit mengejar pengampunan. Berniat baik, menggantikan seorang teman, namun justru endingnya adalah kesalahan besar di mata keluarga besar. Ramadhan tahun lalu benar-benar ramadhan terindah, termanis sekaligus penuh luka. Ramadhan tahun lalu aku kehilangan.

Namun, ramadhan tahun ini akan aku jadikan tolak ukur dalam ibadahku, masihkah sama seperti dulu ataukah lebih baik ataukah benar-benar hancur. Ramadhan tlah berlari seiring purnama. Meninggalkan jauh diri yang penuh dosa. Sudahkah engkau dapatkan pengampunan itu kawan? Segera perbaiki diri, mulailah dari hal yang paling kecil, mulailah dari diri sendiri, mulailah sekarang juga, jangan menunda-nunda, karena kKEMATIAN selalu mengintai kita.

Ramadhan kali ini, Allah mengembalikan kebahagiaan itu.

@memory 1 ramadhan 1432,

MUQOROBBAH

MUQOROBBAH
Oleh : Harjanto DC

Saat hati tak lagi menguasai
Deru debu kemaksiatan menghantui
Hilir silih berganti tak lagi tertepi
Angan meraih mimpi tinggalkan sunyi

Saat nafsu kembali menjelma
Hati pun tak kuasa meraja
Masihkan ada keimanan
Saat semua tlah sirna

Saat syetan kembali berbisik
Sebuah hamparan panjang tlah merasuk
Kemaksitan turut andil
Menyertai langkah menuju taman api

Saat ruh tlah terlepas dari raga
Masihkah ada kesempatan kembali
Sirna
Hilang
Penyesalan

@9 ramadhan 1433 H, dalam linangan senja di bawah langit kubah Asy syifa.

BALADO TAHU SERASA GULAI AYAM

BALADO TAHU SERASA GULAI AYAM
oleh : harjanto dc

Purnama kian sempurna
Separuh telah didapat
Ramadhan kian menepi seiring langkah Rembulan
Mimpi-mimpi akan segera pergi

Berlipat sepuluh sampai tujuh ratus
Hanya ramadhan yang obral penuh
Bagaikan
Balado tahu serasa gulai ayam

Saat sabit segera melejit
Sudahkan lipatan pahala kau dapatkan

Saat sabit tak lagi segaris
Saat takbir tlah mengiring
Semua tinggalkan kenangan
Catatan baik atau buruk

@Episode buka puasa dengan Balado Tahu
Ramadhan ke-7. Semanggi, Gg. Bengawan Solo 4, No.12 Solo.