Perspektif Allah

Perspektif Allah

By ; harjanto dc

sesederhanakan ini

Dalam bingkai rindu

Ada Allah yang meramu cinta

Dalam bingkai bahagia

Ada Allah yang menjamu rasa

Bukankah semua akan indah pada waktunya?

Bercerita sang pujangga

Cinta adalah hubungan suci

Cinta adalah tautan hati

Cinta adalah racun

Dan boleh jadi cinta adalah madu

Dari perspektif manakah definisi cinta terlahir?

Allah menciptakan berpasangan

Yakinlah akan pasanganmu

Sekufu katanya?

Benar, dalam pandang sang pemberi rizki

Saling melengkapi satu sama lain

Itulah jodoh…

Bukan lantaran baik atas perspektif diri

Namun dari sudut pandang Allah

Cinta yang bagaimana?

Advertisements

Four Years Ago (Twin’s Oktober)

Four Years Ago

(Twin’s Oktober)

By : Harjanto dc

Four years ago

Saat kebencian hadir di hatinya

Saat aku tanpa sadar memberi luka

Mana ada hati setangguh itu?

Lain di lisan lain di hati

Saat aku yang mulai

Aku pun yang mengakhiri

Tanpa mengabaikan pilunya

Four years ago

Dua kisah bersamaan dalam bingkai rindu

Kedua Oktober, antara luka dan bahagia

Kedua Oktober memberi keyakinan bak dewa

Four Years Ago

Kebenciaan itu kian matang

Hingga detik menyambut dahaga

four years ago

Empat Tahun Silam

By : harjanto dc

Empat tahun silam

Kesalahan menghantui jiwaku

Bukan keikhlasan ketika harus merelakan

Bukan pemenang ketika harus melepaskan

Namun

Empat tahun silam

Tetap akan jadi luka

Kini nyata dalam pandangan

Allah mengulang apa yang mestinya terjadi

Kesalahan kah?

Atau pembenaran atas jawaban

Kekuatan dan kerinduan yang sama

Menikam hati tak bernoda

Cinta dalam satu ruang kerinduan

Melempar sunyi tak tertahankan

Sejenak terdiam

Sesekali rerancauan menghiasi

Ia kembali menyerupai

Puzzle cinta dan rindu di hati

Tipe kepribadian

Tipe kepribadian

  1. SANGOIN

sisi positif        : mudah bergaul, mudah beradaptasi, suka kebebasan, berani tampil.

Sisi negatif      : mudah terpengaruh, tidak mau ditekan, cepat berkembang kedewasaannya, suka bermain diluar rumah, suka diperhatikan.

  1. MELANKOLIS

Sisi positif        : konsisten, taat aturan, kritis dalam berpikir, teliti.

Sisi negatif      : idealis, kurang fleksibel dalam pergaulan, mudah terbawa suasana hati, mudah bereaksi negatif dan cenderung memaafkan orang lain jika sudah kecewa.

  1. PHLEGMATIS

Sisi positif        : tidak suka konflik atau pertentangan, suka bersahabat, suka memberi dukungan, suka kebebasan.

Sisi negatif      : mudah cemas, peragu dan bimbang, kurang aktif daninisiatif, pelit.

  1. KHOLERIS

Sisi positif        : mudah tertantang, ingin tampil didean, suka memimpin.

Sisi negatif      : cenderung memaksakan kehendak, suka menuntut, tidak mau diperintah, mudah emosional bila keinginan tidak tercapai, suka mencari perhatian, dan takut gagal.

Parent

Parent

“… hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”

(Al Israa’ [17]: 23)

“BERCERMINLAH”

“BERCERMINLAH”

http://mutiaramutiarakata.wordpress.com/2011/07/12/bercerminlah/

Oleh: Harjanto DC

Hari ini sedikit terobati, walaupun puzzle hatiku belum sepenuhnya sempurna. Benar janji Allah, bahwa Allah tidak akan memberi ujian pada hambanya melebihi kemampuan hambanya. Dan selalu berprasangka baiklah kepadaNya dan berusahalah maka jalan itu akan ada.

Tiba-tiba teman kerjaku mengajukan gantian jaga shif, sehingga ada kesempatan untukku menyelesaikan, menggumpulkan puzzle-puzzle yang berserakan beberapa hari yang lalu.

Aku hanya ingin diperhatikan itu saja, setiap malam diriku bertemankan beberapa serangga di dalam kamar. Bagaimana sebenarnya Allah menunjukan ayat-ayatnya disekitar kita untuk dikaji dan pelajari serta diamalkan. Cicak, Kecoa, Laba-laba, dan Semut serta rayap adalah teman setiaku dalam berbagi setiap hari.

Bagaimana sang Cicak, dengan kaki yang punya daya magnet di tembok, merayap dengan sangat pelan, mengendap-endap bagai pencuri yang ingin membobol rumah, hanya untuk sekadar memenuhi isi perutnya yang lapar dengan nyamuk atau serangga kecil lainnya. Sehingga menjadikan suasana tidurku sedikit damai tanpa gigitan sang predator mungil bersayap.

Kemudian sang Kecoa, yang dianggap binatang menjijikan oleh sebagian orang, tapi aku senang padanya. Dia yang tiba-tiba berlari sembunyi dibalik bantal seolah berbisik, “Aku ingin cari tempat yang hangat, karena dinginnya malam ini.” Dan terkadang ku beri sedikit sisa makanan untuknya.

Dan bagaimana Allah menciptakan Semut, dan Allah mengistimewakan dalam sebuah surat di dalam Al Qur’an. An Naml (semut). Semut  hitam besar yang berjajar sangat rapi, mengusung makanan sisa yang aku makan, dimasukannya ke dalam lubang peristirahatannya. Semua itu dilakukan untuk bertahan hidup, menjadikan beberapa generasi berikutnya akan tetap hidup sampai kapan pun.

Dan si laba-laba cantik dan Allah pun mengistimewakannya juga dalam sebuah surat Al Ankabut. Si cantik yang semakin hari kian bertambah banyak tanpa ku sadari. Kemarin aku hanya melihat seekor laba-laba besar di sudut tempat tidurku, hari ini ku lihat dua sedang bercinta, layaknya sepasang kekasih dimabuk asmara, esok hari ku lihat si cantik yang mungil datang menghampiri tidurku.

Terakhir, rayap menjadi penghuni yang baru saja hadir. Membentuk koloni di sudut kamar, mendirikan bangunan megah dari tanah yang disusun ke atas. kerja sama yang luar biasa.

Allah menciptakan mereka tidak sia-sia, bagaimana manusia yang berakal mau menggunakan akalnya untuk berfikir. Untuk menemukan cara bertahan hidup dalam menghadapi berbagai masalah. Seperti halnya Cicak berusaha memangsa Nyamuk, atau Semut yang  mengusung sisa makanan ke rumahnya atau bahkan Kecoa yang bertahan hidup dengan mencari kehangatan, dan si cantik Laba-laba dengan berkembangbiak menjadi jumlah yang lebih banyak untuk mempertahankan generasi berikutnya. Serta rayap yang membingkai istana,

Begitu juga manusia, yang diberi oleh Allah satu derajat lebih tinggi daripada makhluk yang lain. Akal. Bagaimana kita berpikir untuk bertahan hidup atau menyelesaikan setiap kesulitan yang ada. Sungguh malu diriku ketika melihat mereka yang senantiasa menemaniku tiap hari di sebuah sudut kamar yang sempit mampu menyelesaikan masalahnya. Berusaha dengan gigih menyelesaikan semua ujian dari Allah.

Bercermin tidak hanya dari ayat-ayat yang tersurat, tetapi juga ayat yang tersirat disekitar kita, makhluk yang lain adalah cermin manusia.[]

Tiga Belas

Tiga Belas

By : harjanto dc

13

Angka 1 berhimpun dengan 3

Tersusun dari dua angka ganjil

Terletak diantara 2 bilangan genap

Dan 13 angka prima

13

Menjadi akhir dari sebuah awal

Meniadakan keraguan

Menapaki jalan penuh liku

Mengakhiri jalan tak berujung

13

Semua punya cara

Sama atau pun beda adalah hak

Allah pun punya rencana

Dibalik pikiran manusia

13

Konon penuh kesialan

Toh itu sebuah mitos

13

Setiap bait yang mengalir

Memberi lentera dalam gelap

Spektrum warna tlah menyala

Membangkit jiwa yang terlupakan

13

Akan tetap 13

Apa pun itu 13

Tetaplah 13

Selamanya 13

Sisa 28 Oktober

Sisa 28 Oktober

By : harjanto dc

28 Oktober

Sejarah mengungkap sumpah pemuda

Sepertinya tidak…

Ketika 17 Agustus tak berarti di hati

1 Oktober pun tidak memiliki arti

Apalagi 20 mei?

Seiring langkah generasi lupa sejarah

Remaja kita lebih mengenal 1 januari

Tidak mengenal 1 muharam

Pembobrokan moral sejalan dengan peradaban

Pendidikan bukan semakin pintar

Justru mengejar apa yang diincar

Benarkah Indonesia tlah merdeka?

Apakah Indonesia tlah bersatu?

Apakah Indonesia tlah berkarakter?

Apakah Indonesia telah berhijrah?

Sayatan hati

Sayatan hati
By : harjanto dc

Sayatan demi sayatan melukis wajahnya
Cairan yang sedikit kental mengalir di pelipisnya
Bola matanya seolah keluar
Lidahnya seolah bertulang

Aungan mewarnai keheningan
Bertambah sayu dalam pekat malam
Gerimis mengundang risau
Berakhir dalam fajar tanpa cahya

Ia pun tergeletak tak berdaya
Di jalan-jalan tak bertuan
Tertawa menikmati masa
Dalam hati yang tersayat

Berduel dengan Maut!

Berduel dengan Maut!
By : harjanto dc

Tubuh tinggi selalu jadi prasangka buruk. Kenapa? Apa yang salah dengan ketinggian. Menurutku tidak ada yang salah. Ya, kadang dalam kasus-kasus tertentu, misalkan saja saat berenang. Saat di kolam renang, seseorang dengan ketinggian akan selalu dianggap bisa jadi penolong jika terjadi insiden, atau bisa menyelamatkan dirinya sendiri waktu tenggelam. Benar sih, tapi ada kalanya orang tinggi yang lagi belajar berenang akan dianggap sedang becanda saat insiden itu mengenai ia sendiri. Sekitarnya tidak akan percaya dengan apa yan terjadi.

Nah itulah yang terjadi beberapa kali pada Ardi. Beberapa bulan yan lalu hampir saja ia tenggelam di perairan Baron, di sungai kecil yang terhubung dengan pantai selatan. Saat arus tiba-tiba membalik arah, beberapa orang terseret ke arah yang lebih dalam. Tiba-tiba Ardi pun ikut panik dengan segala keadaan, berusaha menggapai tepi dan memberikan sinyal kalau tenggelam dengan menggerakkan tangan. Namun, apa yang terjadi? Teman temen mengira Ardi sedang becanda dengan pura-pura tenggelam. Tubuh tinggi belum tentu kemudian bisa selamat di dalam arus ketika tidak bisa berenang.

Dan pagi ini kejadian terulang, saat lagi asyik berenang dan belajar untuk bisa berenang dengan gerakan yang benar. Mencoba di kedalaman 2 meter. Naas-nya, sebelum menggapai tepi, tenaga pun habis untuk menggerakan badan. Seketika panik dan tubuh pun bergerak seperti ada yang menarik ke bawah. Dengan tinggi 180 cm, kaki pun tak sampai dasar untuk tumpuan. Sempat menelan air tiga kali, baru kemudian salah satu teman menariknya keluar dari kedalaman.

Ada yang pernah bilang untuk bisa melakukan apapun yang mustahil maka perlu ada paksaan, seperti halnya untuk bisa berenang maka tenggelam adalah resiko. Kejadian-kejadian itu menginggatkan masa kecilku saat berenang di sungai belakang rumah. Tragedi yang sama, tenggelam di aliran yang sedikit deras. Dan waktu itu ada teman yang bernama Agus yang menyelamatkan nyawaku. Mungkin kalau tidak ada dia aku tidak ada sampai sekarang. Mungkin karena itu juga sampai sekarang aku tidak bisa berenang.

Tidak ada sesuatu yang musthil jika Allah berkehendak. Bukankah yang penting proses dari usaha itu? Yap. Walaupun harus tenggelam, tidak ada salahnya selalu mencoba. Hmm. Besok mencoba lagi untuk melakukannya. Kalau dipikir daripada berenang, memang lebih menarik track-trackan dijalanan. He…he…[]